pentingnya menuntut ilmu
Khutbah Jumat
A
anas
4 Mei 2026
4 menit baca
1 views
الْحَمْدُ لِلَّهِ ربِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَ...
الْحَمْدُ لِلَّهِ ربِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Saudaraku seiman, khatib senantiasa mengingatkan diri sendiri dan menyeru kepada Anda sekalian untuk senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah Azza wa Jalla. Takwa adalah sebaik-baik bekal, kunci keberuntungan di dunia dan akhirat. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an yang mulia:
وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِّمَّا عَمِلُوا ۚ وَلِيُوَفِّيَهُمْ أَعْمَالَهُمْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
*“Dan bagi setiap orang akan ada tingkatan-tingkatan (sebab) pencapaian dari apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka perbuat.”* (QS. Al-Ahqaf: 19)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap amal perbuatan kita akan mendapatkan balasan setimpal. Namun, bagaimana kita bisa beramal dengan benar, dengan ikhlas, dan sesuai tuntunan Allah Subhanahu wa Ta'ala jika diri kita diliputi ketidaktahuan? Di sinilah letak urgensi dari sebuah keniscayaan yang tak boleh kita abaikan: menuntut ilmu.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Menuntut ilmu bukanlah sekadar menambah wawasan atau gelar. Menuntut ilmu adalah sebuah perjalanan suci menuju cahaya kebenaran yang bersumber dari Ar-Rahman, Ar-Rahim. Ilmu adalah senjata bagi orang mukmin untuk membedakan antara hak dan batil, antara cahaya keimanan dan gelapnya kesesatan. Dengannya, kita memahami kebesaran Allah, keagungan ciptaan-Nya, dan perintah-perintah-Nya yang harus kita laksanakan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
*“Barangsiapa menginginkan (kehidupan) dunia, maka hendaklah dengan ilmu. Barangsiapa menginginkan (kehidupan) akhirat, maka hendaklah dengan ilmu. Dan barangsiapa menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), maka hendaklah dengan ilmu.”* (HR. At-Tirmidzi)
Lihatlah, betapa agungnya kedudukan ilmu. Dunia yang fana ini takkan bisa kita raih dengan gemilang tanpa ilmu. Begitu pula akhirat yang kekal, surganya para kekasih Allah, tidak akan pernah tersentuh oleh kita kecuali dengan ilmu yang menerangi jalan menuju ridha Ilahi.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Bayangkanlah, saudara-saudara. Dosa-dosa kita bertumpuk bagai gunung-gunung yang menjulang, siap menjerumuskan kita ke dalam jurang kehancuran. Tanpa ilmu, bagaimana kita bisa mengetahui cara bertaubat yang benar? Bagaimana kita bisa memahami luasnya ampunan Allah dan betapa Dia Maha Menerima tobat hamba-Nya yang menyesal? Ilmu membukakan pintu bagaimana kita menghapus dosa, bagaimana kita menebus kesalahan, dan bagaimana kita mendekatkan diri kepada Sang Maha Pengampun.
Allah Ta'ala berfirman:
يَرْفَعِ اللَّـهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
*“Niscaya Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”* (QS. Al-Mujadalah: 11)
Kemuliaan yang dijanjikan Allah ini bukan hanya bagi orang yang beriman, tetapi lebih khusus lagi bagi orang yang beriman dan dianugerahi ilmu. Ilmu adalah cahaya yang menerangi kegelapan hati, membersihkan keraguan, dan mengikis kesombongan. Dengan ilmu, kita akan semakin merunduk di hadapan Allah, menyadari betapa kecilnya diri kita di hadapan keagungan-Nya.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Namun, apakah ilmu yang kita cari hanya sebatas pengetahuan duniawi semata? Ilmu yang diajarkan para guru dan ulama di majelis-majelis taklim adalah ilmu yang memanggil kita untuk mengagungkan Allah. Ilmu yang mengingatkan kita kapan saja tentang kefanaan dunia dan keabadian akhirat. Ilmu yang mengajarkan kita bagaimana hidup layak di dunia ini, sambil terus menabur amal shalih untuk bekal menghadap Sang Maha Pencipta. Dengannya, kita akan semakin takut kepada-Nya, bukan karena kezaliman-Nya, tetapi karena keadilan-Nya yang akan menuntut pertanggungjawaban setiap detik kehidupan kita.
Dan ketakutan yang sesungguhnya, saudara, bukanlah ketakutan pada manusia, tetapi ketakutan kita pada siksa-Nya yang pedih dan dahsyat, yang hanya bisa kita hindari dengan ilmu dan amal. Allah berfirman:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّـهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
*“Sesungguhnya, di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama (orang-orang yang berilmu).”* (QS. Fathir: 28)
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban. Ia adalah investasi terbaik yang akan memanen kebahagiaan abadi. Mari kita luangkan waktu, curahkan tenaga, dan panjatkan doa agar Allah menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat, ilmu yang membawa kita semakin dekat kepada-Nya, ilmu yang membersihkan hati kita dari segala noda dan dosa. Jangan biarkan hidup kita berlalu dalam kebodohan dan kelalaian. Di hadapan kita terbentang jalan yang panjang menuju akhirat. Tanpa peta ilmu, kita akan tersesat.
Marilah, sebelum ajal menjemput, sebelum penyesalan menggoreskan luka terdalam, kita bersegera menuntut ilmu. Kita belajar bagaimana mencintai Allah dengan sebenar-benar cinta, bagaimana merindukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan tulus, bagaimana membersihkan jiwa dari segala penyakit hati, dan bagaimana mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadap Allah Ta'ala. Karena sungguh, kita ini adalah musafir, dan bekal kita adalah ilmu serta amal yang shaleh.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.